BANDUNG DAILY NEWS – Nama Christopher Nolan selalu identik dengan film-film yang mengajak penonton berpikir sekaligus memanjakan mata lewat visual yang megah. Setelah meraih kesuksesan melalui Oppenheimer, sutradara peraih Academy Award tersebut kembali menghadirkan karya terbaru bertajuk The Odyssey, sebuah adaptasi modern dari epos klasik karya Homer yang telah menjadi salah satu fondasi sastra dunia.
Film yang mulai tayang di bioskop Indonesia pada 15 Juli 2026 ini membawa penonton mengikuti perjalanan Odysseus, sang Raja Ithaka, yang harus menempuh perjalanan panjang dan penuh rintangan untuk kembali ke rumah usai Perang Troya. Meski kisahnya telah berusia ribuan tahun, tema tentang keberanian, kesetiaan, pengorbanan, dan kerinduan untuk pulang tetap terasa relevan hingga saat ini.
Bagi Christopher Nolan, mengangkat The Odyssey bukan sekadar mengadaptasi karya sastra klasik ke layar lebar. Ia melihatnya sebagai kesempatan untuk membangun dunia mitologi Yunani dengan pendekatan sinematik yang benar-benar baru.
“Saya merasa tertantang untuk menciptakan dunia mitologi Yunani Kuno dan menceritakannya dengan cara yang belum pernah saya lakukan sebelumnya,” ujar Nolan.
Komitmen tersebut terlihat dari skala produksinya. Proses syuting dilakukan di enam negara, yakni Maroko, Yunani, Italia, Islandia, Skotlandia, dan Amerika Serikat. Menariknya, The Odyssey juga menjadi film panjang pertama yang seluruh proses pengambilan gambarnya dilakukan menggunakan kamera film IMAX. Pilihan ini bukan sekadar gimmick teknologi, tetapi menjadi cara Nolan menghadirkan detail visual yang lebih kaya sekaligus memberikan pengalaman menonton yang terasa lebih imersif.

Skala produksi yang besar juga diakui para pemainnya. Matt Damon, yang dipercaya memerankan Odysseus, menyebut film ini sebagai proyek paling ambisius sepanjang kariernya.
“Saya tidak berpikir dua kali ketika Nolan mengajak saya bergabung dalam proyek ini karena saya percaya pada visinya. Ini adalah film terbesar yang pernah saya perankan, baik dari segi skala produksi maupun ambisinya,” ungkap Damon.
Anne Hathaway, yang memerankan Penelope, mengaku memiliki ikatan emosional dengan kisah The Odyssey bahkan jauh sebelum bergabung dalam proyek tersebut.
“Saya sudah jatuh cinta dengan mitologi Yunani sejak di bangku SMP. The Odyssey memiliki tempat spesial di hati saya,” katanya.
Sementara itu, Tom Holland yang memerankan Telemachus mengungkapkan bahwa bekerja menggunakan kamera film IMAX menjadi pengalaman baru yang menantang.
“Saya harus menyesuaikan diri dengan teknik baru dan melepaskan kebiasaan saya saat bekerja menggunakan kamera digital biasa,” ujarnya.
Selain jajaran pemain yang bertabur bintang seperti Robert Pattinson, Lupita Nyong’o, Zendaya, dan Charlize Theron, film ini juga didukung sederet sineas peraih Academy Award, mulai dari sinematografer Hoyte van Hoytema, editor Jennifer Lame, hingga komposer Ludwig Göransson. Kombinasi tersebut membuat The Odyssey menjadi salah satu proyek paling ambisius dalam perjalanan karier Christopher Nolan.
Untuk menyambut penayangannya di Indonesia, Universal Pictures International menghadirkan instalasi Kuda Troya di The Crystal, Senayan City, Jakarta, hingga 26 Juli 2026. Penggemar juga dapat mengoleksi empat desain collectible pin eksklusif yang dirilis secara bertahap melalui pembelian tiket IMAX.
Lebih dari sekadar film petualangan, The Odyssey menjadi bukti bahwa karya sastra klasik tetap mampu berbicara kepada generasi modern ketika diolah dengan pendekatan yang tepat. Christopher Nolan kembali menunjukkan kepiawaiannya menggabungkan cerita yang telah hidup selama ribuan tahun dengan teknologi perfilman terkini, menghasilkan pengalaman sinematik yang bukan hanya megah secara visual, tetapi juga kaya secara emosional.
Bagi pencinta film, terutama penggemar karya-karya Nolan, The Odyssey menjadi salah satu tontonan yang layak masuk dalam daftar wajib di bioskop tahun ini.***








