Harian Bandung Ter-Update

Advertisements

BANDUNG DAILY NEWS – Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) menjadi tuan rumah rapat kerja (Raker) Paguyuban Guru Besar Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV Jawa Barat dan Banten yang digelar di Ballroom Smart Building lantai 17, Kamis (5/3/2026). Kegiatan yang berlangsung pada hari ke-15 Ramadan 1447 H tersebut menjadi forum strategis untuk membahas percepatan peningkatan jumlah guru besar di wilayah Jawa Barat dan Banten.

Pertemuan tersebut dihadiri lebih dari 200 profesor dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Barat dan Banten. Selain rapat kerja, kegiatan juga dirangkaikan dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) serta pelantikan pengurus Paguyuban Guru Besar LLDIKTI Wilayah IV masa bakti 2026–2028.

Advertisements
Advertisements

Forum ini sekaligus menjadi ruang penyamaan persepsi terkait berbagai persoalan yang dihadapi perguruan tinggi swasta (PTS) serta mencari solusi bersama melalui kolaborasi antara APTISI Jawa Barat, para asesor, dan guru besar.

Data yang disampaikan dalam forum tersebut menunjukkan bahwa jumlah profesor di wilayah LLDIKTI IV masih tergolong rendah. Dari sekitar 28 ribu dosen yang ada di Jawa Barat dan Banten, jumlah guru besar baru mencapai 407 orang atau sekitar satu persen. Bahkan sebanyak 152 di antaranya berada pada rentang usia 55 hingga 64 tahun.

Advertisements
Docs: UNIKOM

Rektor UNIKOM sekaligus Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Jawa Barat, Prof. Dr. (HC) Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada UNIKOM sebagai tuan rumah kegiatan tersebut.

“Kehadiran para guru besar dan pemangku kepentingan pendidikan tinggi merupakan kehormatan sekaligus motivasi bagi UNIKOM untuk terus berkontribusi dalam pengembangan akademik dan peningkatan kualitas pendidikan tinggi,” ujar Eddy.

Advertisements

Ia menilai kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antar perguruan tinggi sekaligus mendorong peran aktif para profesor dalam pengembangan pendidikan tinggi di wilayah Jawa Barat dan Banten.

Eddy juga menekankan pentingnya sinergi antar guru besar untuk membantu percepatan kenaikan jabatan akademik para dosen, khususnya menuju jenjang profesor.

Advertisements

“Kami akan melakukan satu program kerja sama yang saling bersinergi di antara para guru besar. Tadi sudah kita dengar bahwa jumlah guru besar itu masih sangat sedikit, baru tiga persen dan nanti juga akan ada yang pensiun,” katanya.

Melalui paguyuban tersebut, para profesor diharapkan dapat berbagi pengalaman sekaligus memberikan pendampingan kepada dosen yang sedang menjalani proses pengajuan jabatan akademik.

Advertisements

“Kalau mereka mengalami kendala, maka berdasarkan pengalaman kami sebagai guru besar, kami akan memberikan tips bagaimana agar mereka bisa menyelesaikan masalah itu untuk menuju ke guru besar,” ujarnya.

Rektor UNIKOM sekaligus Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Jawa Barat, Prof. Dr. (HC) Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Dr. Lukman, S.T., M.Hum., secara resmi mengukuhkan Prof. Dr. H. Edi Setiadi, S.H., M.H., sebagai Ketua Paguyuban Guru Besar LLDIKTI Wilayah IV periode 2026–2028.

Advertisements

Dalam sambutannya, Edi menyampaikan apresiasi kepada LLDIKTI Wilayah IV dan UNIKOM yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut.

“Kami berterima kasih kepada Kepala LLDIKTI Wilayah IV, Dr. Lukman atas dukungan dan arahannya, serta kepada Rektor UNIKOM, Prof. Eddy yang telah menyediakan fasilitas yang sangat baik sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan lancar,” ujarnya.

Advertisements

Ia menjelaskan bahwa program kerja paguyuban tetap berfokus pada tiga bidang utama, yakni pengabdian kepada masyarakat berbasis wilayah, pendampingan usulan jabatan akademik dosen, serta pengembangan mutu akademik dan kemitraan.

“Program intinya ada tiga sesuai dengan SK Kepala LLDIKTI. Tetapi kami akan menurunkannya lagi ke berbagai program yang menjadi ciri khas Paguyuban Guru Besar,” kata Edi.

Advertisements

Menurutnya, semangat kebersamaan menjadi kekuatan utama dalam organisasi tersebut. Ia pun mengajak para guru besar untuk terus berkolaborasi dalam membangun budaya akademik yang kuat serta berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan.

Di sisi lain, Kepala LLDIKTI Wilayah IV Dr. Lukman menilai rendahnya jumlah profesor di Jawa Barat dan Banten dipengaruhi oleh dua faktor utama, yakni kemauan dan kemampuan para dosen dalam merencanakan karier akademiknya.

Advertisements

Ia menjelaskan bahwa secara regulasi, seseorang sebenarnya dapat mencapai jabatan profesor dalam kurun waktu sekitar 10 tahun. Namun dalam praktiknya, rata-rata dosen di Jawa Barat baru mencapai jabatan tersebut setelah sekitar 30 tahun berkarier.

“Faktanya di Jawa Barat itu baru sekitar 30 tahun. Bahkan rata-rata pengusulannya di usia 64 tahun 5 bulan. Kemudian rata-rata pencapaian S3 baru di atas 50 tahun,” jelas Lukman.

Advertisements

Karena itu, ia menekankan pentingnya perencanaan karier akademik sejak awal, termasuk menetapkan target jenjang jabatan fungsional yang ingin dicapai.

“Yang paling penting adalah kemauan dulu dari dosennya. Harus punya target, usia sekian menjadi lektor, usia sekian lektor kepala, dan usia sekian menjadi profesor,” katanya.

Advertisements

Dalam kegiatan tersebut juga digelar diskusi panel bertema Strategi Percepatan Peningkatan Karir Dosen Lektor Kepala dan Guru Besar. Diskusi menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Kepala LLDIKTI Wilayah IV serta Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNIKOM, Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., S.E., M.Si., yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum Paguyuban Guru Besar periode 2026–2028.

Forum tersebut membahas berbagai tantangan yang dihadapi dosen dalam proses kenaikan jabatan akademik sekaligus merumuskan strategi percepatan melalui kolaborasi antar perguruan tinggi.

Advertisements

Lukman juga mencontohkan komitmen UNIKOM dalam meningkatkan kualitas sumber daya akademik. Saat ini kampus tersebut telah memiliki 11 profesor yang berperan dalam pengembangan keilmuan dan peningkatan kualitas pendidikan tinggi.

Ia berharap para profesor yang sudah berpengalaman dapat membimbing generasi dosen berikutnya agar jumlah guru besar di wilayah LLDIKTI IV meningkat secara signifikan.

Advertisements

“Target kita adalah satu profesor bisa menghasilkan satu profesor baru setiap tahun,” ujarnya.

Dengan jumlah sekitar 407 profesor saat ini, LLDIKTI IV menargetkan angka tersebut dapat meningkat hingga sekitar 800 profesor pada akhir 2026 melalui berbagai program percepatan yang melibatkan perguruan tinggi, paguyuban guru besar, serta kolaborasi antar dosen.***

Advertisements

Share:

Apa pendapat kamu?

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.
Kolom yang harus diisi ditandai dengan (*)

Segala Tentang Bandung Ada di Sini

Subscribe biar gak ketinggalan info Babandungan!