BANDUNG DAILY NEWS – Pengalaman horor di Bandung kini hadir dengan konsep berbeda. 360 Audio Experience menawarkan sensasi menjelajahi suasana menyeramkan melalui audio 360 derajat tanpa mengandalkan penampakan visual maupun aktor hantu yang mengejutkan pengunjung.
Wahana yang berlokasi di Braga City Walk, Kota Bandung, ini mengajak pengunjung merasakan pengalaman seolah-olah mengikuti penelusuran tempat angker secara langsung melalui suara yang diperdengarkan menggunakan headset.
Founder 360 Audio Experience, Surya, mengatakan konsep tersebut dikembangkan untuk menghadirkan alternatif baru dari wahana rumah hantu yang selama ini identik dengan dekorasi menyeramkan dan kemunculan aktor secara tiba-tiba.
“Menurut kami, audio sangat memengaruhi secara psikologi manusia. Dibanding dengan melihat, mungkin lebih seru mendengarkan,” ujar Surya.

Ia menjelaskan, ide 360 Audio Experience telah dirancang sejak sekitar lima tahun lalu. Konsep tersebut kemudian dikembangkan dengan mengutamakan pengaturan audio, suasana ruangan, serta alur pengalaman yang berbeda dari wahana horor pada umumnya.
Menurut Surya, pemilihan Braga City Walk sebagai lokasi pertama di Bandung juga mempertimbangkan karakter tempat yang dinilai mendukung suasana horor. Area lantai dua yang digunakan sebelumnya belum pernah ditempati tenant sehingga memberikan atmosfer tersendiri bagi wahana tersebut.
“Ini adalah salah satu kolaborasi yang harus kita kasih ke warga Bandung khususnya. Mudah-mudahan harapannya bisa diterima,” katanya.
360 Audio Experience juga berkolaborasi dengan komunitas pemburu hantu Ghost Ranger Indonesia untuk menghadirkan rekaman audio yang terinspirasi dari pengalaman penelusuran lokasi di berbagai daerah.
Perwakilan Ghost Ranger Indonesia, Erik, mengatakan kolaborasi ini menarik karena pengunjung dapat merasakan gambaran pengalaman ghost hunting tanpa harus melakukan penelusuran secara langsung.
Ia menjelaskan, Ghost Ranger Indonesia selama ini melakukan penelusuran dengan mengandalkan peralatan investigasi dan merekam kondisi lingkungan di lokasi. Pengalaman tersebut menjadi salah satu inspirasi dalam penyajian audio di wahana ini.
“Seakan-akan kita memang lagi ada dan ikut saat penelusuran tersebut,” ujar Erik.
Ia menambahkan, pengalaman mendengarkan suara melalui headset memungkinkan pengunjung merasakan arah datangnya suara, baik dari depan maupun belakang, sehingga membangun imajinasi mengenai suasana di sekitarnya.

Dalam operasionalnya, setiap sesi 360 Audio Experience diikuti maksimal enam orang. Pengunjung akan mendapatkan pengantar cerita terlebih dahulu sebelum mendengarkan audio selama sekitar 15 menit.
Perwakilan Braga City Walk, Deri, menyambut positif kehadiran wahana tersebut. Menurutnya, konsep ini memberikan pilihan hiburan baru bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan Braga, salah satu destinasi populer di Kota Bandung.
Ia menilai pendekatan audio menjadi pembeda karena pengunjung diajak membangun imajinasi sendiri berdasarkan suara yang didengar, bukan hanya mengandalkan kejutan visual.
Kehadiran wahana ini juga bertepatan dengan momentum Halloween pada akhir Oktober. Pengunjung yang ingin mencoba pengalaman tersebut dapat memperoleh tiket melalui platform Nyebar.id.
Perwakilan Nyebar.id, Bintang, menjelaskan platform tersebut menyediakan layanan penjualan tiket untuk berbagai kegiatan, mulai dari acara komunitas hingga pengalaman hiburan. Pengunjung dapat memilih tiket sesuai tanggal yang tersedia, kemudian menunjukkan kode batang atau barcode saat tiba di lokasi.
Surya berharap 360 Audio Experience dapat diterima masyarakat dan menjadi awal pengembangan konsep serupa di kota lain. Ia juga membuka peluang menghadirkan cerita-cerita baru melalui kolaborasi lanjutan dengan Ghost Ranger Indonesia.
“Kita mulai di titik ini dulu di Bandung. Mudah-mudahan bisa diterima, mudah-mudahan bisa dinikmati oleh semua kalangan,” tuturnya.***







