BANDUNG DAILY NEWS — Rumah Yatim menyalurkan sebanyak 2.937 paket bantuan untuk membantu masyarakat terdampak bencana yang mengungsi di sejumlah wilayah di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), sepanjang Agustus 2026.
Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar sekitar 7.000 pengungsi yang masih berada di sejumlah lokasi pengungsian pascabencana.
Berdasarkan data penyaluran, bantuan yang diberikan terdiri dari 1.032 paket makanan dan minuman, 1.852 paket kebutuhan MCK, dua paket obat-obatan, serta 51 paket bantuan sandang.
Direktur Marketing dan Komunikasi Rumah Yatim, Sani Ramdani, mengatakan penyaluran bantuan dilakukan sebagai bentuk dukungan kepada masyarakat yang masih menghadapi berbagai kebutuhan selama berada di pengungsian.
“Bagi kami, bantuan kemanusiaan bukan hanya tentang menyalurkan kebutuhan logistik, tetapi juga tentang memastikan masyarakat terdampak merasa bahwa mereka tidak sendiri. Karena itu, Rumah Yatim berupaya menjangkau para penyintas, termasuk mereka yang berada di posko-posko mandiri yang belum banyak tersentuh bantuan,” ujar Sani.
Dalam pelaksanaannya, tim Rumah Yatim mendistribusikan bantuan ke sejumlah titik pengungsian di kawasan Lape, Kabupaten Nagekeo. Salah satu lokasi utama penyaluran berada di Posko Kesidari/Dediwuwu, Kelurahan Lape, Kecamatan Aesesa.

Sebagian bantuan juga disalurkan kepada warga yang mengungsi di Posko Mandiri Kampung Kolibali, Kelurahan Danga, Kecamatan Aesesa, serta Posko Mandiri Desa Tonggurambang di kecamatan yang sama.
Menurut Sani, keberadaan posko-posko mandiri menjadi perhatian karena masih terdapat masyarakat terdampak yang membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar selama masa pengungsian.
“Kami tidak ingin bantuan hanya berhenti di titik-titik yang sudah mudah terjangkau. Kami akan terus melihat kondisi di lapangan dan memperluas jangkauan ke wilayah serta posko mandiri yang masih membutuhkan dukungan,” katanya.
Rumah Yatim juga berencana melanjutkan aksi kemanusiaan di NTT pada September 2026. Jangkauan penyaluran bantuan selanjutnya direncanakan diperluas ke Kabupaten Manggarai Timur dan Kabupaten Ngada, termasuk ke sejumlah titik pengungsian mandiri yang masih membutuhkan dukungan.
Selain bantuan kebutuhan sehari-hari, Rumah Yatim juga menyiapkan perhatian khusus bagi anak-anak terdampak bencana melalui program trauma healing.
“Pada tahap berikutnya, kami juga ingin memberikan perhatian kepada anak-anak. Mereka tidak hanya membutuhkan makanan dan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga ruang untuk memulihkan rasa aman dan keceriaan mereka. Karena itu, trauma healing menjadi salah satu rencana yang akan kami dorong dalam respons Rumah Yatim di NTT,” jelas Sani.
Melalui penyaluran bantuan tersebut, Rumah Yatim berharap kebutuhan dasar para penyintas dapat terbantu sekaligus memperluas jangkauan bantuan ke wilayah-wilayah pengungsian yang belum banyak tersentuh bantuan kemanusiaan.***







