BANDUNG DAILY NEWS — Di tengah kehidupan yang makin lekat dengan teknologi dan kecerdasan artifisial (AI), sebuah gelaran di Bandung mengajak masyarakat untuk sejenak kembali menikmati aktivitas yang lebih dekat dengan alam.
Lewat Kebun ke Kriya Vol. 3, para pekebun dan artisan kriya akan dipertemukan dalam sebuah ruang kreatif yang menggabungkan hasil kebun, karya kriya alami, kuliner, musik, hingga lokakarya soal perubahan iklim.
Kegiatan ini digelar di Ruang Putih Bandung, Jalan Bungur 37, pada Sabtu, 5 September 2026, mulai pukul 09.00 hingga 18.00 WIB dan terbuka untuk umum.

Mengusung semangat kembali ke akar di tengah era digital, Kebun ke Kriya ingin menghadirkan pengalaman yang sederhana namun semakin terasa penting, yakni bertemu langsung, berkarya dengan tangan, menikmati hasil alam, sekaligus membangun interaksi secara langsung.
Pada penyelenggaraan ketiganya, terdapat delapan artisan kriya dan kuliner yang turut berpartisipasi, yakni Mirdik & Leuwi Goeng, Crea Botanica, Pamolahan Sangkuriang, Renjana, Kinkinesia, Mewujud by Kabin Kebun, Nabsye Natural, dan Mulberry.
Tak hanya berburu produk kriya dan kuliner, pengunjung juga bisa mengikuti Interactive Workshop: “Understanding Climate Change” bersama Ivan Berkebun.
Lokakarya tersebut akan membahas isu perubahan iklim sekaligus berbagai solusi sederhana yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Rangkaian acara dimulai sejak pukul 09.00 WIB. Pada pukul 11.00–14.00 WIB, suasana acara akan ditemani musik dari Arcility.

Selanjutnya, Ivan Berkebun akan mengisi lokakarya interaktif pada pukul 14.00–15.00 WIB. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi berbagi cerita mengenai Kebun ke Kriya dan ekosistem ruang kreatif di Ruang Putih Bandung pada pukul 15.00–16.00 WIB.
Kebun ke Kriya Vol. 3 terbuka bagi masyarakat umum, mulai dari keluarga, pecinta tanaman, penikmat seni kriya, hingga warga yang ingin mencari pengalaman berbeda untuk berbelanja sekaligus berkumpul dalam suasana yang lebih hangat dan autentik.
Di tengah rutinitas digital yang serba cepat, gelaran ini menjadi ruang untuk kembali menikmati hal-hal sederhana: bertemu, berbincang, berkarya, dan terhubung kembali dengan alam.***








