BANDUNG DAILY NEWS — IBS Foundation membuka rangkaian perayaan Santriversary dengan kegiatan edukatif di Pondok Pesantren Tunas Quran, Rabu (26/11/2025). Program ini dirancang untuk memperkuat pemberdayaan santri, khususnya dalam bidang ketahanan dan kemandirian pangan di lingkungan pesantren.
Ketua Yayasan IBS Foundation, Riki Haryadi, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan generasi santri yang tidak hanya memahami ilmu agama, tetapi juga memiliki kecakapan hidup dalam pengelolaan sumber pangan.
“Acara ini bukan hanya sekadar seremonial. Kami ingin para santri benar-benar berdaya dan menjadi inspirasi,” kata Riki.
Santriversary Day 1 diikuti oleh perwakilan santri dari enam pesantren di Kabupaten Bandung, yakni Pondok Tunas Quran sebagai tuan rumah, Pondok Indonesia Berkah, Pesantren Kampung Quran Cendikia, Daarul Maghfirah Akhwat, Pondok Khairun Amaliyah, dan Pondok Al-Furqan.
Sesi utama acara diisi workshop Urban Farming Santripreneur yang dipandu Ilham M. Reza dari Nusan Tani. Ia mengingatkan pentingnya pondok pesantren memiliki sistem pangan mandiri untuk menunjang pemenuhan gizi santri.
“Pondok adalah tempat tumbuh dan belajar. Pertumbuhan itu dipengaruhi makanan. Harapannya, santri bisa menikmati hasil dari kerja mereka sendiri dan kegiatan ini terus berkelanjutan,” ujar Ilham.

Para peserta juga mengikuti praktik budidaya melalui empat pos edukasi: Sheep Station, Quack Spot, Hydro Corner, dan Root Zone. Aktivitas ini tidak asing bagi santri Tunas Quran karena bertani dan beternak telah menjadi bagian dari kurikulum mereka.
Pembina Pondok Pesantren Tunas Quran, Bunda Hartanti, mengungkapkan bahwa manajemen pemberdayaan pangan di pesantrennya telah berjalan konsisten dan memberi manfaat nyata bagi kebutuhan harian.
Pondok Tunas Quran merupakan salah satu pesantren binaan IBS Foundation yang aktif membudidayakan sayuran sebagai langkah mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).
Rangkaian Santriversary dijadwalkan berlanjut pada 29 November 2025 dengan konsep lebih rekreatif, mencakup permainan edukatif, sesi berbagi motivasi, apresiasi santri berprestasi, hingga penampilan musik edcoustic.
IBS Foundation berharap program ini menjadi wadah kolaborasi antar-pesantren serta mendorong kontribusi santri bagi masyarakat dan bangsa.***








