BANDUNG DAILY NEWS — Satu lagi destinasi kuliner baru hadir di Kota Kembang. Merambah Rasa resmi membuka restoran Indonesia modern di Bandung dengan membawa konsep Jamuan Rasa Nusantara, menghadirkan hidangan khas dari berbagai daerah yang dirancang untuk dinikmati bersama.
Bukan sekadar tempat makan, Merambah Rasa mengusung semangat “Tuan Rumah Penjelajah”, yakni sosok yang telah berkelana ke berbagai daerah di Indonesia, mencicipi ragam kuliner Nusantara, lalu pulang untuk membagikan cerita perjalanannya lewat sajian hangat di meja makan.

Konsep ini diwujudkan melalui pengalaman bersantap sharing atau makan tengah, yang ditujukan untuk keluarga dan komunitas. Dengan suasana interior yang hangat, Merambah Rasa ingin menghidupkan kembali tradisi makan bersama sebagai ruang bertukar cerita.
“Setiap hidangan di Merambah Rasa kami posisikan sebagai catatan perjalanan. Bukan hanya tentang rasa, tetapi juga kisah di baliknya,” ujar Moch Sandy, Vicaris Advisory – Ops Specialist Consultant, saat Trial Opening Merambah Rasa, Sabtu (24/1).
Salah satu menu andalan yang mencuri perhatian adalah Tongseng Emprit khas Bantul. Hidangan ini dimasak dengan rempah kuat dan aroma asap yang khas, menghadirkan perpaduan rasa gurih, manis, dan sedikit pedas yang memberi pengalaman berbeda bagi penikmat kuliner.


Pengalaman bersantap di Merambah Rasa dipusatkan pada konsep “Temu Rasa”, yang menempatkan meja makan sebagai titik temu antara rasa, manusia, dan cerita.
“Lewat Temu Rasa, kami ingin mengembalikan makna makan bersama. Setiap sajian disiapkan untuk dinikmati ramai-ramai, agar momen di meja makan terasa lebih hangat dan bermakna,” kata Aulia Akbar, FoR Brand Consultant.

Perjalanan Merambah Rasa sendiri telah menelusuri 10 kota di Indonesia, mulai dari Bandung, Tegal, Semarang, Yogyakarta, Bantul, Klaten, Sukoharjo, Surabaya, Lombok, hingga Mataram. Lebih dari 20 tempat makan legendaris menjadi sumber inspirasi menu yang kini dihadirkan ke Bandung.
Dengan membawa pulang catatan perjalanan rasa Nusantara, Merambah Rasa berharap dapat menjadi ruang berkumpul baru bagi warga Bandung yang ingin menikmati masakan Indonesia dengan pendekatan modern tanpa meninggalkan akar tradisinya.***



